Warga Bandarharjo Semarang Giatkan Kerja Bhakti Massal Antisipasi Banjir

Pjs Walikota Semarang Tavip Supriyanto mengikuti giat kerja bhakti di Kelurahan Bandarharjo, Kota Semarang, Minggu (15/11/2020). (arf)

SEMARANG, Jagaberita.com – Warga Kelurahan Bandarharjo, Kota Semarang menggiatkan kerja bhakti massal yang dilakukan secara serentak di 12 RW dan 104 RT Kelurahan Bandarharjo Kota Semarang.

Giat kerja bhakti diawali Apel Bersama Dalam Rangka Resik-Resik Kampung Bandarharjo’ yang dihadiri Pjs Walikota Semarang Tavip Supriyanto, Anggota DPRD Kota Semarang Joko Santoso, Kepala OPD serta Camat dan Lurah wilayah setempat.

Tokoh Masyarakat Kelurahan Bandarharjo Bambang Sutrisno mengatakan, kerja bhakti sengaja digelar sebagai upaya antisipasi banjir saat musim penghujan.

“Ini sekaligus membuktikan bahwa warga Bandarharjo memiliki tingkat kepedulian tinggi. Apalagi sebentar lagi musim penghujan datang, ini sebagai bentuk antisipasi. Warga membersihkan saluran sekunder, dan untuk ibu-ibu membersihkan lingkungan kampung,” katanya.

BACA JUGA  Dampak Covid-19, Potensi Penerimaan Pajak Pemkot Semarang Hilang Rp 1,2 Triliun

Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, kerja bhakti juga sekaligus untuk memberantas sarang penyakit. Apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Selain lingkungan menjadi bersih, kerja bakti ini juga bertujuan untuk memberantas sarang nyamuk, juga sarang penyakit lainnya. Apalagi sekarang kita masih dalam kondisi pandemi covid-19. Sehingga dengan lingkungan yang bersih, diharapkan warga Kelurahan Bandarharjo jauh dari segala macam penyakit,” tandasnya.

Sementara itu, Pjs Walikota Semarang Tavip Supriyanto mengatakan, bahwa pihaknya mengapresiasi giat kerja bhakti yang dilakukan oleh warga Kelurahan Bandarharjo. Apalagi dalam waktu dekat sudah mulai memasuki musim penghujan.

BACA JUGA  Pemilik Bagunan Atau Pengelola Fasilitas Umum di Semarang Wajib Pasang CCTV

“Kami sangat mengapresiasi, apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi. Melalui kerja bhakti ini harapan kami kesehatan masyarakat dapat terjaga, jadi bukan hanya covid-19 saja melainkan juga terjaga dari penyakit demam berdarah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Tavip juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Sekaligus kami juga melakukan sosialisasi protokol kesehatan. Sehingga dengan lingkungan yang bersih, penerapan protokol kesehatan yang ketat, masyarakat dapat menjadi lebih sehat jauh dari virus corona mauapun dari penyakit lainnya,”tambahnya. (arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *