Tidak Kenakan Masker, Puluhan Orang di Semarang Dihukum Push Up

oleh -
Salah satu warga dihukum Pus Up oleh Satpol PP Kota Semarang akibat tidak mengenakan masker di muka umum. (doc)

SEMARANG, Jagaberita.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang kembali menggelar razia kepatuhan protokol kesehatan di sejumlah titik keramaian di Kota Semarang, Senin (10/8/2020).

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, razia protokol kesehatan menyasar kepada masyarakat yang tidak mengenakan masker di muka umum.

Adapun titik utama yang dituju yakni Sampangan, Pertigaan traffic light Sampangan (dekat taman sampangan) hingga ke depan SPBU Sampangan, dan berakhir di Pasar Simongan.

“Giat hari ini sekaligus sosialisasi terakhir dan penjelasan ke warga terkait rencana akan di terapkan sanksi berupa denda bagi warga yang tidak menggunakan masker,” katanya.

Lebih lanjut Fajar mengungkapkan, dalam razia kali ini pihaknya menemukan sebanyak 50 orang yang tidak menggunakan masker.

“Mereka yang tak mengenakan masker kami beri sanksi sosial berupa menyanyikan lagu indonesia raya, hukuman push up dan melafalkan Pancasila,” tandasnya.

Fajar menjelaskan, dalam penerapan kepatuhan protokol kesehatan tersebut pihaknya tidak akan tebang pilih. Menurutnya pakai masker merupakan sebuah kewajiban, mengingat hal tersebut intruksi Presiden RI.

“Kita ini kan tidak tahu apabila ada seseorang yang positif corona tapi masuk kriteria OTG (orang tanpa gejala -red). Kebetulan saya ini pernah positif corona tapi OTG. Jadi, saya ini tidak ingin mereka merasakan hal yang sama,” tegasnya.

Fajar berharap para warga memiliki kesadaran penuh patuh protokol kesehatan utamanya pemakaian masker. Ini mengingat pandemi corona belum bisa diketahui kapan berakhirnya.(JB)