Selama Libur Idul Adha, Semarang Zoo Dipadati Pengunjung

Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat menghadiri re opening Semarang Zoo beberapa waktu lalu. (doc/JB)

SEMARANG, Jagaberita.com – Plt Dirut Semarang Zoo, Indriyasari mengatakan, selama libur panjang Idul Adha sedikitnya ada sekitar 4 ribuan wisatawan yang datang ke objek wisata Semarang Zoo.

“Antusias masyarakat sangat bagus, pengunjung juga mentaati protokol kesehatan,” katanya, Minggu (2/8/2020) kemarin.

Lebih lanjut, Indriyasari yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang ini menjelaskan, jika Semarang Zoo menambah inovasi sebagai daya tarik.

Salah satunya adalah atraksi gajah, dan anak harimau benggala yang belum lama ini diberi nama oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi Vivi dan Covi. Juga beberapa hewan reptil seperti Iguana, serta burung untuk berinterakhir dengan pengunjung.

BACA JUGA  Update Covid-19 Kota Semarang, Total Pasien Sembuh Sebanyak 113 Orang

“Menambah satwa yang bisa berinteraksi dengan masyarakat. Selain itu pengunjung juga selalu diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Disisi lain, penerapan protokol kesehatan juga sudah diterapkan saat pengunjung memasuki gerbang masuk.

“Pengunjung diminta untuk cuci tangan di tempat yang telah tersedia. Wajib pakai masker dan melewati pemeriksaan suhu tubuh. Area antrean tiket masuk pun sudah di beri tanda jaga jarak antar pengunjung,” ungkapnya.

Dari sisi pembayaran, Semarang Zoo juga mengaplikasikan pembayaran non tunai melalui tapcash BNI, link aja, dan Gopay.

BACA JUGA  Gandeng Swasta, Pemkot Bangun Taman Kota ‘Signatur Park Semarang’

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku tidak ada target jumlah wisatawan saat pandemi ini. Namun ia menegaskan, pariwisata Semarang bisa menjadi tempat wisata yang sehat dan aman bagi wisatawan yang datang.

Dengan dibukanya sektor wisata, lanjut pria yang akrab disapa Hendi ini, jika dibukanya sektor wisata lambat laun akan mulai ada aktivitas ekonomi. Namun dirinya mengaku jika tetap mengatur ritme yang ada, sesuai dengan pesan yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo, yakni ritme gas dan rem.

“Artinya adalah gas artinya pemulihan dan peningkatan ekonomi, untuk remnya adalah tetap berhati-hati karena masih dalam kondisi pandemi,” tuturnya.(JB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *