Ratusan Buruh Di Semarang Gelar Aksi, Tolak RUU Omnimbus Law Cipta Kerja

Ratusan buruh yang tergabung dalam FSPMI-KSPI menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Semarang, Rabu (29/7). (Arf/JB)

SEMARANG, Jagaberita.com – Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia yang berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPMI-KSPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Semarang, Rabu (29/7/2020).

Mereka menuntut pembatalan RUU Omnibus Law Cipta Kerja penolakan gelombang PHK di tengah pandemi covid-19, serta pencabutan keputusan dewan pengupahan Jateng dan mendesak penetapan UMK tahun 2021.

Ketua DPW FSPMI KSPI, Aulia Hakim menarangkan, RUU Omnibus Law Cipta Kerja hanya akan menguntungkan para pengusaha dan menghancurkan para buruh perusahaan.

“Kami melihat RUU ini sarat akan kepentingan antara pengusaha (Apindo) dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan mengorbankan kesejahteraan para buruh,” katanya.

Menurutnya RUU Omnibus Law bukanlah solusi untuk menyelamatkan ekonomi ditengah badai krisis ekonomi yang sedang terjadi. Pembahasan Omnibus Law harus segera dihentikan karena hanya akan merugikan para buruh.

“Selain itu, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan alasan pandemi Covid-19 hanya lah akal-akalan dari pengusaha. Pandemi corona jadi alasan untuk melakukan PHK. Alasan itu, hanya untuk mengurangi hak pesangon dari buruh yang di-PHK tersebut,” tambahnya. (JB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *