FTIK Universitas Semarang Gelar Webinar Forensik Digital

Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM)  Susanto M.Kom saat memberikan paparan Webinar IT Security and Digital Forensics dengan tema ‘Pelanggaran Pandemi di Era Pandemi dan Seni Menggali Artefak Digital untuk Rekonstruksi Kasus’ Selasa (21/7/2020).(doc)

SEMARANG, Jagaberita.com –Di era pandemi saat ini, pemakaian internet oleh  masyarakat semakin tinggi bahkan hingga 40 persen. Hal tersebut merupakan dampak pemberlakuan pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran COVID-19 sehingga peluang penyalahgunaan teknologi informasi semakin tinggi.

Hal tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM)  Susanto M.Kom saat memberikan paparan Webinar IT Security and Digital Forensics dengan tema ‘Pelanggaran Pandemi di Era Pandemi dan Seni Menggali Artefak Digital untuk Rekonstruksi Kasus’ Selasa (21/7/2020).

BACA JUGA  Banyak Komplain PPDB, Ganjar Sidak ke Kantor Disdikbud

Menurut Susanto, masyarakat diharuskan bijak dan waspada dalam menggunakan internet untuk berkegiatan sehari-hari.

“Selain itu masyarakat juga diminta harus mengetahui  bagaimana menangani masalah terhadap kejahatan E-Commerce dengan menggunakan platform yang aman dan menghindari dari transaksi digital di tempat umum. Ini dikarenakan sangat riskan keamanannya,” katanya.

Lebih lanjut, Susanto juga mewanti-wanti pengguna internet untuk tetap menyimpan bukti transaksi tiap kali melakukan transaksi di dunia maya. Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya berbagai bentuk penipuan.

BACA JUGA  Dosen FTIK USM Gelar Pelatihan Excel Bagi Guru

“Sehingga, jika sampai tertipu masyarakat bisa secepatnya untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib dengan membawa bukti transaksi itu. Atau bisa melaporkan kejadian melalui situs pelaporan online baik melalui CekRekening.id, Lapor.go.id, Kredibel.co.id,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Forensika Digital PUSFID  UII Yogyakarta Yudi Prayudi dalam kesempatan itu menyampaikan terkait seni menggali artefak digital untuk rekonstruksi kasus.

Menurutnya cabang ilmu forensik sangat banyak antara lain kedokteran forensik, akuntansi forensik, fotografi forensik, psikologi forensik, forensik bahasa, kimia forensik dan fisika forensik.

“Harapan dari kegiatan ini adalah agar pusat kajian revolusi  industri dan pengembangan inovasi FTIK USM  bisa meningkat SDM nya dan menjalin kerja sama dengan  instansi lain, menambah jejaring yang luas sehingga bisa memberikan manfaat bagi mahasiswa USM maupun masyarakat luas,” tambahnya. (JB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *