Dewan : Program Penanganan Banjir Tetap Harus Prioritaskan

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono. (doc/JB)

SEMARANG, Jagaberita.com – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang diminta tetap memperhatikan dan memprioritaskan program penanganan banjir dan rob. Meski anggarannya banyak dipotong guna dialokasikan untuk penanganan Covid-19.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono mengatakan, DPU Kota Semarang harus mengatur secara baik sisa anggaran setelah dilakukan realokasi dan refocusing penanganan Covid-19. Anggaran DPU selaku dinas teknis dipangkas sekitar 60 persen dari sebelumnya Rp 320 miliar menjadi Rp 124 miliar.

Artinya, kata dia, ada dampak yang berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat. Karena itu, pihaknya mendorong DPU mengatur secara baik sisa anggaran tersebut.

BACA JUGA  Dewan Minta Layanan PDAM Ditingkatkan

“Kami minta pompa-pompa yang ada harus standby. Bahan bakar minyak (BBM) harus dipenuhi, meski kita tahu anggaran BBM berkurang signifikan. Anggaran tersisa ini kami harap prioritas untuk pemeliharaan atau menjaga supaya banjir dan rob bisa diatasi,” papar Suharsono usai rapat Komisi C bersama mitra OPD di DPRD Kota Semarang, Selasa (14/7/2020).

Dia mewanti-wanti agar tidak ada kendala ketersediaan BBM dalam penanganan banjir dan rob. Pihaknya meminta DPU menyiapkan hal tersebut, termasuk alat berat untuk pengendalian banjir.

“Semisal, saluran yang sedimentasinya mulai tinggi harus dilakukan pengerukan. Hal ini tentu membutuhkan BBM. Alat berat tentu banyak yang dirumahkan, pekerjaan bersih-bersih saluran juga berkurang. Ini menjadi dorongan kami supaya PU mengatur anggaran wajib untuk antisipasi penanganan banjir,” ujar politisi PKS ini.

BACA JUGA  Dewan Minta Pemkot Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok

Senada, Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Rukiyanto mengatakan, tahun ini memang banyak anggaran di dinas teknis yang dirasionalisasi guna penanganan Covid-19.

Dia meminta, program pembangunan yang sekiranya mendesak, diharapkan bisa diajukan kembali pada anggaran perubahan.

“Untuk DPU, misalnya anggaran yang mendesak adalah untuk pengadaan BBM pompa pengendali banjir. Karena saat ini sudah memasuki musim hujan. Kami juga tak ingin masalah banjir yang selama ini mulai tertangani, kembali meresahkan masyarakat,” tegasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *