Tiga Arca Situs Candi Duduhan Hilang

SEMARANG, Jagaberita.com – Tiga arca situs Candi Duduhan, yang berada di Kelurahan Jatibarang mendadak hilang. Hilangnya situs candi yang konon ada sejak abad ke delapan sampai 10 Masehi ini sempat membuat geger warga karena bertahun-tahun arca tesebut ada dipertigaan dalam keadaan utuh.

Sebelumnya tiga arca tersebut ditempatkan pertigaan kampung, berupa fragmen nandi (atau potongan arca sapi), lapik atau balai pita dan kemuncak, diketahui hilang, Selasa (7/7/2020) malam.

Nuryanto Penjual Mie Ayam yang berada di pertigaan jalan tersebut mengungkapkan, sekitar pukul 01.00 malam dirinya masih berada di warung dan arca tersebut masih ada.

“Kemungkinan hilangnya sekitar pukul 02.00 dini hari, soalnya saya sekitar pukul 01.00 malam masih di warung,” katanya kemarin.

Sementara warga lainnya mengaku sempat mendengar suara mobil berhenti. Ia juga mendengar suara orang dan benturan benda keras.

“Sekitar pukul 02.00 malam, ada mobil berhenti. Ya ngga curiga tahunya parkir atau gimana, eh malah paginya arca sudah hilang. Kalau mobilnya apa, jenisnya apa, saya juga ngga tau mas. Saya dengar dari dalam rumah, sama sekali ngga curiga karena kan memang pinggir jalan,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Arkeolog Semarang, Tri Subekso menjelaskan  situs Candi Duduhan diduga sudah ada sejak abad ke delapan sampai 10 Masehi dan masuk pada klasifikasi perabadapan Jawa Kuno.

“Termasuk tiga arca yang hilang ini, merupakan situs dari Candi Duduhan,” katanya.

Sekitar tahun 1979 lalu, lanjut Subekso, ditemukan beberapa komponen bangunan candi oleh para arkeolog di situs Candi Duduhan misalnya arca Ganesha dan lainnya. Temuan tersebut akhrinya dijadikan kajian data untuk melakukan survey pada tahun 2013 dan hasilnya ada indikasi reruntuhan bangunan berupa batu bata.

“Pada tahun 2015 kemudian dilakukan penggalian, ditemukan struktur candi induk dengan ukuran 9,3 X 9,3 meter persegi. Strukturnya kelihatan dan menyebar,” jelasnya.

Penggalian kemudian dilanjutkan pada tahun 2018 lalu, sebanyak dua periode hasilnya ditemukan ada satu bangunan candi induk dan tiga candi perwara yang ditengah kebun durian ini.

“Arca Ganesha yang ditemukan kemudian dititipkan di Museum Ronggowarsito. Yang lainnya masih ada di dalam tanah, sayangnya tiga arca yang ada di pertigaan malah hilang,” keluhnya.

Hilangnya satu fragmen nandi, lapik atau balai pita dan kemuncak, langsung didatangi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.

“Kita akan laporkan ke pimpinan, indikasi memang hilang karena dicuri dan rencananya akan kita bawa atau laporkan ke Polisi, ” kata Haryadi Dwi Prasetyo Kepala Seksi Sejarah dan Cagar Budaya, Disbudpar Kota Semarang.

Terkait situs Candi Duduhan, pria yang akrab disapa Hary ini menjadikan jika situs candi yang ada sangat menarik dan menjadi kewajiban warga untuk menjaganya. Apalagi ada undang-undang yang mengatur.

“Ini akan menjadi perhatian Pemkot, semoga bisa ditemukan. Termasuk situs candi yang masih terpendam,” tambahnya. (JB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *