Capai 42 Persen, SPAM Semarang Barat Ditargetkan Rampung Mei 2021

Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Teknis (Dirtek) PDAM Tirta Moedal, Kumbino. (Arif Nugroho/JB)

SEMARANG, Jagaberita.com – Progres pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat saat ini mencapai 42 persen. Hal tersebut disampaikan Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Teknis (Dirtek) PDAM Tirta Moedal, Kumbino, Selasa (7/7/2020).

Menurutnya, proges pembangunan saat ini telah menyelesaikan reservoir, tempat pengolahan air, dan mengerjakan bangunan pelengkap yakni kantor SPAM Semarang Barat.

“Target selesai Mei 2021. Saat ini pemasangan pipa juga sudah dilakukan yakni dijalan Abdurahman Saleh dan Jalan Untung Suropati,” katanya.

Lebih lanjut, Kumbino mengungkapkan, dengan progress yang saat ini mencapai 42 persen pihaknya pun optimis pembangunan Spam Semarang Barat dapat selesai tepat waktu.

“Saat ini pekerjaan reservoir masuk progress penyelesaian di Manyaran dan Kampung Ndesel Gunungpati,” tandasnya.

Ditanya terkait kendala pembangunan, Kumbino mengaku tidak ada kendala yang berarti dalam proses pembangunan. Bahkan ia mengklaim progres yang saat ini dilakukan telah melebihi target.

“Tidak ada kendala. Pengerjaan saat ini melebihi target. Ada plus 22 persen. Mudah-mudahan seterusnya bisa seperti ini,” jelasnya.

Proyek SPAM Semarang Barat, lanjut dia, bisa mencukupi kebutuhan air bersih di tiga kecamatan yakni Semarang Barat, Tugu dan Ngaliyan. Selain itu visa mengover sekitar 60 ribu kepala keluarga dengan kapasitas 1.000 liter per detik.

Proyek Spam Semarang Barat sendiri menelan biaya sebesar Rp 1,3 triliun, diantaranya menggunakan dana investasi sebesar Rp 480 miliar, dana Pemerintah Pusat sekitar Rp 400 miliar, dan sisanya menggunakan dana Pemkot Semarang dan PDAM Tirta Moedal.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Susilo mengapresiasi progress pembangunan yang saat ini melampaui target.

“Dengan target yang saat ini sudah dicapai yaitu 42 persen, kami yakin ini bisa selesai tepat waktu,” katanya.

Namun demikian, pihaknya juga menghimbau untuk tetap memperhatikan kualitas bangunan dalam pengerjaan proyek tersebut.

“Kita minta kualitas pembangunan harus sesuai spesifikasi. Jangan sampai dibiayai anggaran yang besar, jaringan pipa jebol terus ngulangi lagi. Ini akan menghabiskan anggaran,” tambahnya. (JB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *