Kemensos Tertinggi Dalam Realisasi Penyerapan APBN 2020

Menteri Sosial Juliari P. Batubara saat menghadiri penyerahan BST kepada 253 KK warga Cikampek, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (16/5/2020). (doc)

JAKARTA, Jagaberita.com – Video arahan tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Kabinet terkait penanganan Covid-19, menjadi viral sejak dirilis tanggal 28 Juni 2020 lalu. Arahan tersebut disampaikannya saat Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Kamis, 18 Juni 2020.

Melalui video yang ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020), Presiden Jokowi menyampaikan pernyataan keras dan menyoroti kinerja para menteri kabinetnya.

Jokowi awalnya menyoroti laporan belanja kementerian yang dinilainya masih standar padahal suasana sedang darurat karena Corona.

“Saya perlu ingatkan, belanja-belanja di kementerian. Saya lihat laporan masih biasa-biasa saja. Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya karena uang beredar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat nanti akan naik. Jadi belanja-belanja kementerian tolong dipercepat.” sebut Jokowi dalam sidang kabinet.

Sementara menurut data dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI per tanggal 29 Juni 2020, ada beberapa lembaga yang penyerapan APBN 2020 memang masih rendah, namun ada pula yang sudah tinggi.

Kementerian Sosial menjadi salah satu lembaga kementerian yang memiliki angka penyerapan anggaran tertinggi hingga Juni 2020.

Kementerian yang dipimpin Juliari P Batubara ini tercatat sebagai lembaga kementerian yang meraih peringkat tertinggi dalam realisasi belanja APBN 2020 per tanggal 29 Juni 2020 hingga di atas 50%. Dengan pagu Anggaran Rp 104,4 triliun, realisasi Anggaran terserap Rp 61,4 triliun (58,80 %).

Kemudian posisi Kedua, diikuti Kementerian Keuangan dengan anggaran Rp 45 triliun, terserap Rp 22 triliun (49,4 %).

Kemudian posisi ketiga diikuti Badan Intelijen Negara dengan Anggaran Rp 5,2 triliun, terserap Rp 2,5 triliun (48,6%).

Keempat, Kementerian Perdagangan dengan Anggaran Rp 2,9 triliun terserap Rp 1,35 triliun (46,4%) dan kelima, Kementerian Kesehatan dengan anggaran Rp 79 triliun terserap Rp 36,6 triliun (46,3%).

Urutan lima lembaga paling buncit ada Kementerian Pariwisata (14,8%), Badan Pengusaha Kawasan Perdagangan bebas dan pelabulan Batam (13,4%), Lembaga Sandi Negara (12,4%), Badan Pengembagan Wilayah Suramadu (8,28%), dan Lembaga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan penyerapan masih di agka 3,1% dari total Anggaran Rp 3,9 triliun.

Tercatat 85 lembaga dengan realisasi rata-rata K/L Rp 4 Triliun (39,19%). Dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja para menterinya yang tidak ada kemajuan signifikan.

“Ini extraordinary. Saya harus ngomong apa adanya, enggak ada progres yang signifikan. Enggak ada,” ucap Jokowi.

Presiden Jokowi juga menegaskan lagi, kalau dalam situasi sekarang jangan dianggap sebuah kenormalan. “Percepat kalau ada hambatan keluarkan peraturan menterinya agar cepat. Kalau perlu perpres saya keluarkan perpres-nya,” tuturnya.(JB/Arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *