Bantuan Sembako Tahap III Pemkot Semarang Mulai Didistribusikan

Wali kota Semarang Hendrar Prihadi saat menyerahkan bantuan sembako tahap III bagi warga terdampak Covid-19. (doc)

SEMARANG, Jagaberita.com – Wali kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan secara langsung paket sembako kepada warga Kecamatan Tugu, Kamis (25/6/2020).

Sebanyak 150 paket berupa beras 5 kg, mie instan, 2 liter minyak, sarden, kecap dan masker diserahkan kepada warga masyarakat. Di hari yang sama juga diserahkan pula bantuan paket sembako bagi 150 warga di Kecamatan Ngaliyan oleh Wakil Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Bantuan ini merupakan kelanjutan dari program bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah Kota Semarang kepada warga masyarakat di masa pandemi Covid-19.

BACA JUGA  Empat Nama Pimpinan DPRD Kota Semarang Periode 2019-2024 Ditetapkan, Siapa Saja?

Sebelumnya, Pemerintah Kota Semarang kembali memperpanjang kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Kebijakan PKM Jilid 4 ini merupakan skema pelonggaran pembatasan kegiatan secara bertahap di Kota Semarang yang dimulai pada 22 Juni 2020 sampai 5 Juli 2020 mendatang.

“Meskipun dalam PKM Jilid 4 diatur sejumlah pelonggaran pembatasan kegiatan, namun untuk patroli ketertiban masyarakat dan tes massal COVID-19 akan tetap berjalan,” jelas Wali Kota.

Lebih lanjut, Hendi sapaan akrab Walikota menambahkan, pelaksanaan kebijakan PKM menjadi jalan tengah untuk pentingnya medis dan kegiatan ekonomi. 

BACA JUGA  Pemkot Semarang & Kemenparekraf Galakkan Gerakan BISA di Goa Kreo

“Medis dan ekonomi sama-sama penting, maka harus berjalan beriringan, dan pemerintah berupaya menyadarkan masyarakat pentingnya menerapkan SOP kesehatan,” tekannya.

Secara rinci disebutkan, pelonggaran yang diatur dalam PKM Jilid 4 terdiri dari 3 point. Pertama, terkait diijinkannya tempat wisata dan tempat hiburan untuk beroperasi kembali mulai 22 Juni 2020, dengan rekomendasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.

Kedua, tentang pembatasan jam operasional tempat usaha yang semula sampai jam 21.00, saat ini diberi kelonggaran hingga jam 22.00. Ketiga, soal kegiatan pernikahan dan pemakaman yang boleh melibatkan orang hingga 50% dari kapasitas ruang, namun sebanyak-banyaknya tidak lebih dari 50 orang.(JB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *