Sembuh dari Covid-19, Ini Pengalaman Fajar Purwoto Selama Dikarantina

Kasatpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto. (doc)

SEMARANG, Jagaberita.com – Setelah dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani karantina mandiri selama 14 hari, kabar bahagia pun datang dari Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto. Fajar sapaan akrab Kasatpol PP tersebut dinyatakan negatif setelah dilakukan swab tes sebanyak enam kali.

Fajar pun saat ini sudah kebali bekerja di Kantor Satpol PP Kota Semarang dan menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Mulai dilakukan swab itu tanggal 27 Mei dan pada 31 Mei hasilnya keluar dengan positif virus corona. Kemudian tanggal 1 dilakukan swab tes lagi dan hasilnya negatif. Jadi dari tanggal 1 sampai 6 Juni, dilakukan swab tes secara berturut-turut sembari karantina dirumah dan Alhamdulillah hasilnya negatif,” katanya, Jumat (12/6/2020).

Sementara saat dinyatakan positif dari hasil swab 27 Mei tersebut, Fajar mengungkapkan bahwa fisik dalam kondisi sehat dan tidak merasakan gejala seperti yang dialami oleh pasien covid lainnya.

BACA JUGA  Pemkot Semarang Mulai Bagikan Bansos Covid-19 Periode Mei, Jumlah Total 339 Ribu

“Saya memilih untuk karantina mandiri di rumah, kebetulan istri kan dokter, anak saya juga dokter jadi saya beranikan diri untuk melakukan karantina di rumah. Akan tetapi, kami menyarankan masyarakat yang terpapar virus untuk memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh Pemkot Semarang sehingga proses karantina dapat lebih terpantau,” ungkapnya.

Dibuat Senang, Corona Hilang

Selama menjalani karantina dirumah Kasatpol PP Fajar Purwoto membagikan pengalamannya. Salah satunya menghilangkan kejenuhan dengan melakukan aktivitas yang membuat hati dan pikiran bahagia.

“Pikiran harus tenang, lakukan aktivitas sesuai keinginan maupun hobi kebetulan saya suka menyanyi ya sudah nyanyi saja biar hati tetap senang. Olahraga juga sampai ketinggalan serta disuplai dengan vitamin yang cukup sehingga imunitas terjaga,” katanya.

Selain menjalani aktivitas yang membuat hati senang, Fajar juga mengisi hari-hari dengan kegiatan religi. Bahkan selama di rumah, dia bisa mengkhatamkan Al Quran.

BACA JUGA  DLH Kota Semarang Bagikan APD & Vitamin Untuk Tenaga Kebersihan

“Pokoknya dibuat hati senang. Jangan lupa berdoa. Saya di rumah khatam Al Quran. Kalau habis ngaji rekaman setengah jam. Selama isolasi, saya rekaman 40 lagu,” ujarnya.

Dia tak pernah mempedulikan saat orang lain membuat dirinya viral terpapar virus corona. Pasalnya, sejak dulu ia mengaku terbiasa menyikapi segala sesuatu dengan perasaan nyaman.

“Sekarang orang membuat saya viral. Kalau itu saya pikirkan, pasti saya ambruk. Saat diberitakan ini itu, saya cuma bisa tertawa. Keluarga saya juga sudah biasa,” katanya.

Baginya, hal yang tak kalah penting yang membuat dia lekas sembuh dari paparan virus corona yakni dukungan keluarga dan warga lingkungan sekitar yang setiap saat memberikan semangat tanpa harus mengucilkan dirinya sebagai penderita.

“Hal yang menjadi permasalahan saat ini, masyarakat belum sepenuhnya dapat menerima penderita Covid-19. Kuncinya, mari belajar menerima dan menghargai penderita Covid-19. Perlakukan dan support mereka dengan baik,” tambahnya. (JB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *