122 Pengemis dan Pengamen Dadakan di Kota Semarang Terjaring Razia

Kasatpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto saat melakukan pendataan terhadap pengemis dan pengamen dadakan yang terjaring razia. (doc)

SEMARANG, Jagaberita.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang berhasil menertibkan sebanyak 122  pengemsi dadakan yang membawa karung dan pengamen dalam kurun waktu tiga hari terakhir.

Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, Dari hasil pendataan, sebanyak 122 yang terjaring dalam tiga hari ini, sekira 60 persen berasal dari luar Kota Semarang yang sengaja datang ke Semarang memanfaatkan moment lebaran.

“Jelang lebaran Kota Semarang seperti surga untuk mereka (pengemis –red) untuk mengharap belas kasihan. Sehingga kami dari Satpol PP terus melakukan penertiban untuk menghindari semakin menjamurnya mereka,” katanya, Jumat (21/5/2020).

Lebih lanjut, Fajar mengungkapkan, setiap hariny  para pengemis dan pengamen terus bertambah hingga lebaran nanti.

“Untuk sore ini kita menjaring 50 orang hanya dalam kurun waktu satu jam, mereka yang terjaring kita data dan kita beri arahan selanjutnya kita suruh membuat surat pernyataan untuk tidak turun ke jalan meminta-minta,” ungkapnya.

Untuk diketahui, hari pertama razia Selasa (19/5/2020) sore berhasil menjaring 31 pengemis berkarung dan pengamen, hari berikutnya Rabu (20/5/2020) berhasil merazia 41 orang dan Kamis (21/5/2020) sore menjaring 50 orang.

“Setiap harinya yang terjaring orang baru dan kemungkinan akan terus bertambah,” tambahnya.

Lebih jauh Fajar menegaskan, razia PGOT selain untuk menegakkan Perda Kota Semarang, juga sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Selain penegakkan Perda, razia juga sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Semarang,” tambahnya. (JB/Arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *