Pemkot Semarang Terima Bantuan 30 Ribu Masker dari Tiongkok

Walikota Semarang saat menerima bantuan berupa 30 ribu masker dari Tiongkok. (doc)

SEMARANG, Jagaberita.com – Fuzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok memberi perhatian kepada Kota Semarang dalam upaya kerasnya melawan penyebaran COVID-19.

Fujian sendiri sebelumnya juga telah memberikan bantuan ke sejumlah negara luar dalam penanganan tandem COVID-19. Salah satunya seperti bantuan dua belas anggota tim yang berasal dari tiga rumah sakit serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC) di provinsi Fujian, ke Filipina.

Untuk di Kota Semarang sendiri, Fuzhou, Fujian memberi bantuan tak kurang dari 30.000 masker untuk tenaga kesehatan dan masyarakat.

Wali Kota Semarang, Hendrar Pribadi sendiri secara pribadi mengumumkan adanya bantuan yang diberikan oleh Fuzhou, Fujian tersebut di Kantornya, Jumat (15/5).

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu pun secara terbuka memperlihatkan masker yang dikirimkan.

Selain itu, Pemerintah kota Semarang juga mengumumkan mendapat bantuan dari Perkumpulan Ahli Gizi berupa sembako, masker, vitamin, susu dan kacang hijau yang rencananya akan didistribusikan kepada tenaga kesehatan yang berjuang di garis terdepan dalam penanganan Covid-19 di kota Semarang.

Terkait banyaknya bantuan yang mengalir kepada Pemerintah Kota Semarang, Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan bahwa pihaknya akan mencatat semua bantuan yang masuk dan kepada siapa akan didistribusikan sehingga semuanya transparan dan dapat diketahui oleh masyarakat.

“Pemerintah kota Semarang juga telah mengumpulkan berbagai bantuan yang diberikan oleh stakeholder swasta, dan pada hari ini akan kita distribusikan berupa masker medis, masker N 95 dan APD kepada 9 rumah sakit di lini 1 dan lini 2,” ungkap Hendi.

Di sisi lain, terkait dengan periode pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang tinggal beberapa hari, Hendi panggilan akrab Wali kota Semarang berharap agar masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Kita akan mulai mencoba merubah perilaku masyarakat, agar dapat memutus persebaran Covid-19, dengan tetap memakai masker, jaga jarak, jaga kebersihan agar pelan-pelan Covid-19 tidak menjadi momok yang menakutkan,” ungkap Hendi.

Pihaknya juga akan mencoba merumuskan, agar memperoleh solusi yang tepat dalam penanganan Covid-19.

“Untuk mencegah penyebaran pandemi ini harus dilakukan secara serentak oleh seluruh lapisan, baik itu pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Semoga kontribusi dari berbagai pihak dapat bermanfaat dalam menghambat tingkat penyebaran COVID-19,” tambahnya.

Sementara itu, dalam menyikapi Hari Raya Idul Fitri yang tinggal beberapa hari, Hendi tetap menegaskan menghimbau masyarakat untuk tidak mudik sebagai upaya memutus rantai persebaran Covid-19.

Dirinya juga mengatakan, saat ini Presiden Jokowi juga sedang memikirkan untuk pengganti hari libur Lebaran, sehingga kerinduan kepada keluarga dapat diobati setelah selesai pandemi.

“Sayangi keluarga dengan tidak mudik,” pungkasnya.(JB/Arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *