REI Jateng Anggap Kalangan Milenial Pasar Potensial Perumahan

Ilustrasi perumahan. (ist)

SEMARANG, Jagaberita.com – Wakil Ketua Bidang Promosi, Humas dan Publikasi DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Tengah Dibya Hidayat mengatakan, kalangan milenial saat ini merupakan salah satu pasar yang potensial. Hal ini mengingat, jumlah generasi milenial saat ini mencapai 35 persen dari total populas penduduk Indonesia.

“Ada sekira 75 juta jiwa generasi milenial tinggal di perkotaan dan memiliki penghasilan cukup baik. Sehingga, para pengembang perumahan di provinsi ini harus bisa menangkap peluang pasar tersebut untuk mendongkrak penjualan,” kata Dibya, Kamis (14/5/2020).

Lebih lanjut, Dibya mengungkapkan, ada perubahan perilaku market jika mengacu pada kaum milenial. Sehingga, juga diperlukan penyesuaian regulasi yang ada.

“Kaum milenial ini adalah suatu perubahan perilaku untuk market. Benar-benar berubah pasarnya. Mungkin juga skim-skim kredit atau regulasi juga bisa disesuaikan lagi, misalkan persyaratannya KPR lebih dipermudah. Dokumen usaha yang diperjelas, dan usaha yang lainnya. Tapi kaum milenial ini dari sisi usaha ada coffee shop dan duitnya banyak,” ungkapnya.

Dibya juga menjelaskan, saat ini sebenarnya sudah bisa dirasakan adanya permintaan perumahan dari kalangan milenial. Terutama, segmen rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar.

“Jangan salah lho, ya. Mereka ini punya duit banyak dan pekerjaannya tidak seperti orang kebanyakan. Youtuber kan banyak anak muda, dan pemasukan per bulannya bisa jutaan,” tandasnya.

Sementara itu, sebagai upaya mendukung kepemilikan rumah bagi generasi milenial, BNI Syariah mendukung program pemerintah terkait satu juta rumah dengan menyelenggarakan program Tunjuk Rumah.

“Tunjuk Rumah adalah program yang ditujukan bagi calon nasabah terutama generasi milenial yang ingin mempunyai rumah idaman yang sesuai keinginan,” kata Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi

Milenial hanya perlu menunjuk salah satu rumah atau apartemen yang tersedia pada developer yang sudah bekerjasama dengan BNI Syariah. Kelebihan program tunjuk rumah dibanding program lain yaitu adanya harga spesial atau tarif khusus, cicilan tetap sampai akhir cicilan serta kemudahan lainnya yaitu bebas biaya administrasi, bebas biaya KPR, bebas biaya taksasi, dan bebas denda.

Abdi pun berharap program Tunjuk Rumah ini dapat mempermudah calon nasabah terutama kaum milenial dalam memiliki rumah. “Serta dapat meningkatkan kinerja pembiayaan terutama BNI Griya iB Hasanah,” kata ungkapnya.

Program Tunjuk Rumah 2020 di launching pada tanggal 20 Januari 2020 berjalan hingga 30 Juni 2020. Target program Tunjuk Rumah diantaranya karyawan perusahaan yang mempunyai fix income.

BNI Syariah memberikan promo atau tarif khusus kepada calon nasabah yang merupakan karyawan BUMN, ASN, Regulator (BI, KPK, OJK), dokter, karyawan perusahaan swasta nasional/ multinasional, karyawan swasta lokal, nasabah referral dari developer rekanan BNI Syariah, maupun karyawan korporasi.

Karyawan korporasi  ini adalah pegawai institusi/perusahaan yang sudah bekerjasama dengan BNI Syariah untuk payroll maupun penyaluran pembiayaan karyawan.

Untuk saat ini ada sekitar 1000 developer aktif yang bekerjasama dengan BNI Syariah. Hingga 9 April 2020, perolehan pembiayaan BNI Griya iB Hasanah melalui program Tunjuk Rumah mencapai Rp766,7 miliar. Daerah terbesar penyerapan program Tunjuk Rumah yaitu wilayah Jabodetabek.

Target program Tunjuk Rumah sampai dengan akhir periode tahun ini yaitu Rp1,4 triliun. Untuk mencapai target ini, BNI Syariah mengoptimalkan pemasaran lewat cabang, gathering developer, media sosial dan media online.

Sampai dengan bulan Februari 2020, outstanding pembiayaan KPR BNI Syariah yaitu BNI Griya iB Hasanah berada di posisi Rp13,23 triliun dengan pertumbuhan 11,15% year on year.(Arf/JB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *