Sambangi Tangsel, Mensos Ingatkan Anak-anak Gunakan Masker Sembari Bagikan Coklat

Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara mengingatkan anak-anak Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Tangsel untuk tetap menggunakan masker saat keluar rumah, sembari membagikan jajanan coklat. (doc)

TANGSEL, Jagaberita.com – Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara melakukan pantauan sekaligus membagikan bantuan sosial kepada warga Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong dan Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (13/5/2020).

Ada yang unik, ketika Mensos Juliari menyambangi RT 05 RW 002, Kelurahan Ciater, Serpong. Dimana di sela-sela penyaluran bansos sembako tersebut, Mensos diserbu oleh anak-anak yang ada dilingkungan tersebut.

Dengan ramah, Mensos Juliari pun menyapa anak-anak yang mendekat dan warga sekitar di jalan gang-gang sempit yang dilewati.

“Ayo ke sini anak-anak, saya kasih makanan kecil coklat silakan diambil, tapi jangan lupa tetap pakai masker ya, ” ucap Mensos, yang disambut bahagia anak-anak.

Seketika itu pun, anak-anak dilingkungan tersebut langsung menyambut gembira dengan menghampiri Mensos yang saat itu membagikan jajanan coklat.

“Jangan berebut, satu-satu… Syaratnya harus menggunakan masker dan jangan lupa selalu memakai masker saat bermain atau keluar rumah,” kata Mensos sembari membagikan jajanan kepada anak-anak.

Rasa haru juga dirasakan oleh Basar (51), warga RT 05 RW 02, Kelurahan Ciater, pun bahagia sebab baru pertama kali bertemu dengan Menteri Sosial dan langsung dibawakan bansos sembako.

“Saya kaget bercampur bahagia, sebab baru pertama kali ketemu Mensos dan langsung dibawain bansos sembako, terima kasih Pak Mensos, ” ujar Basar, dengan logat Betawi.

Tiga tahun lalu, ia mengalami kecelakaan saat kerja kuli bangunan, hingga akhirnya hari-harinya tinggal di rumah dan tidak ada pengahasilan, terlebih dengan adanya Covid-19 ini.

Usai dari Kelurahan Ciater, Mensos langsung menuju lokasi kedua di Kelurahan Jombang, menyalurkan bansos sembakko untuk di RT 02 RW.02 dengan total sebanyak 339 KK.

Rohili (57) dan istrinya, Saminah, ia sehari-hari bekerja sebagai tukang sapu di sekolah dasar. Ketika disapa Mensos dan menerima bansos sembako begitu bahagia dengan mata berkaca-kaca.

“Terima kasih, Pak Menteri, ini sangat berharga bagi kami terlebih di sasat ini, semoga Pak Menteri sehat selalu dan bapak-bapak semuanya…., ” ucap Rohili dan istrinya yang tak kuasa, tangis kecil pun pecah.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara juga menyampaikan, bahwa penyaluran tahap dua, Presiden memerintahkan agar sebelum lebaran tiba harus sudah selesai dilakukan sehingga bisa meringatakan masyarakat terdampak Covid-19.

Sementara terkait data, Data untuk penerima bansos sembako itu berasal dari usulan pemerintah daerah (pemda) dan dipastikan Kementerian Sosial (Kemensos) tidak melakukan pendataan sendiri.

“Memang, kami memiliki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang bisa jadi referensi. Tapi Pemda diberikan keleluasaan dalam penyalurannya, ” tandas Mensos.

Pemda dengan jajarannya mulai dari RT/RW, kelurahan dan kecamatan yang lebih tahu warga mana saja yang belum menerima atau yang sudah pernah menerima bansos.

“Kalau masih ditemukan kurang tepat sasaran penerima, tinggal diperbaiki saja agar dalam penyaluran di tahap tiga hingga enam bisa lebih tepat sasaran lagi, ” pintanya. (JB/Arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *