Pelaksanaan PKM di Kota Semarang, Dewan Minta Ada Evaluasi Secara Berkala

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Mualim. (Arif Nugroho/JB)

SEMARANG, Jagaberita.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta ada evaluasi berkala terkait penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) hari keempat, masih terkendala beberapa hal termasuk penerapan di lapangan yang dinilai masih belum sesuai harapan.

Hal itu disampaikan oleh Mualim selaku Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Kamis (30/4).

“Pemeriksaan kesehatan ataupun kendaraan yang melintas di batas Kota, harusnya perlu ada kesiapan mengingat imbas dari adanya pemeriksaan adalah arus lalu lintas yang tersendat cukup panjang,” kata Mualim.

Selain itu, lanjutnya, keterbatasan alat ukur suhu juga menjadi kendala di lapangan karena saat jam-jam sibuk, banyak masyarakat yang masuk ke Kota Semarang terutama di wilayah perbatasan kota, seperti di pos Pantau Plamongan dan juga Pos Pantau Mangkang.

Meski demikian, politisi partai Gerindra itu mengapresiasi langkah Pemkot Semarang dalam hal penanganan penyebaran virus Corona.

“Memang harus ada evaluasi secara berkala di masing masing OPD, baik dari Dinas Perhubungan, Satpol-PP ataupun Dinas Kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Endro Pudjo Martanto mengatakan pemeriksaan di wilayah perbatasan memang menjadi fokus utama para para petugas, mengingat setiap harinya banyak kendaraan berplat luar Kota yang masuk ke Kota Semarang.

“Untuk mengantisipasi adanya penumpukan kendaraan saat pemeriksaan, dirinya mengakui memang masih harus ada evaluasi kedepannya termasuk akan melakukan rekayasa lalu lintas dan penambahan personil dilapangan,” terangnya. (JB/Arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *