Dampak Covid-19, Potensi Penerimaan Pajak Pemkot Semarang Hilang Rp 1,2 Triliun

Kepala Bapenda Kota Semarang Agus Wuryanto. (Muthia/JB)

SEMARANG, Jagaberita.com – Kepala Bapenda Kota Semarang Agus Wuryanto mengatakan, dampak dari adanya wabah covid-19 memberikan pengaruh besar tehadap potensi pendapatan Pemerintah Kota Semarang dari sektor pajak dan retribusi.

“Pendapatan yang hilang mencapai Rp 1,2 triliun. Potensi yang hilang dari pajak dan retribusi hotel, restoran, serta tempat hiburan. Daya beli menurun, perusahaan tidak operasional, akhirnya merambat juga ke Pajak Jalan Umum,  BPHTB,” katanya, Kemarin.

Lebih lanjut Agus mengungkapkan, pendapatan juga berimbas terhadap perolehan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). “Sebagai salah satu cara untuk memaksimalkan hasil, kami beri kebijakan dalam bentuk diskon dan pembebasan denda. Responnya cukup bagus,” ungkapnya.

BACA JUGA  Kembali Dampingi Hendi, Mbak Ita Siap Amankan Amanah

Agus mengungkapkan, untuk realisasi PBB hingga Bulan Maret lalu mencapai Rp 44 miliar. Namun demikian, setelah maret realisasi terus mengalami penurunan.

“Penurunan tersebut sangat mengkhawatirkan dimana target penerimaan PBB tahun 2020 sebesar Rp 490 miliar,” tandasnya.

Menurut Agus, diskon pembayaran PBB tersebut merupakan opsi agar penerimaan PBB tidak menurun. dengan stimulus itu.

“Diskon untuk pembayaran April 15 persen, Mei 10 persen, dan Juni 5 persen, merupakan bagian dari empati kita. Kita sama-sama sulitnya. Pmerintah butuh uang untuk belanja, di satu sisi patner kita sedang sedih, sama-sama sedih,” ujar Agus.

BACA JUGA  Hari Dharma Karyadhika, Lapas Kedungpane Gelar Lomba Voli

Dengan solusi itu, lanjut dia, ditargetkan penurunan pendapatan PBB hanya 15 persen dari target Rp 490 miliar. Ia berharap semakin cepat wabah berakhir semakin baik bagi pendapatan pajak.

“Kalau ini berlanjut saya sedih, PBB, BPHTB adalah andalan kita. Hampir semua perusahaan besar, bahkan BUMN mengajukan keringanan. Tentu saja itu berdampak dengan penurunan pendapatan,” tambahnya. (JB/Arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *