Qomaruddin : Kampus Buka Lebar Pintu Dialog Dengan Mahasiswa

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unissula, Muhammad Qomaruddin. (doc)

SEMARANG, Jagaberita.com – Desakan dari berbagai pihak untuk dilakukannya pergantian Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang saat ini terus mengalir. Baik dari Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi (BEM-PT) Unissula, maupun dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unissula.

Alasannya hampir sama, karena Rektor Unissula, Ir. Prabowo Setiyawan, M.T., Ph.D  yang saat ini masih sakit, dinilai belum bisa menajalankan tugasnya sebagai pemegang kewenangan tertinggi di kampus.

Terkait dengan hal itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswan Unissula, Muhammad Qomaruddin menyampaikan, alhamdulillah Rektor sudah melakukan aktivitas keseharian di kampus dengan baik.

Oleh karena itu, terkait dengan persoalan tersebut pihaknya membuka lebar pintu untuk berdialog dengan mahasiswa.

“Segala keluhan bisa dikomunikasikan ke kami, kami akan menerima. Kami membuka pintu untuk berkomunikasi dengan baik,” katanya, Jumat (27/3/2020).

Sementara ditanya soal tuntutan mahasiswa untuk dilakukannya pergantian Rektor, Qomaruddin menegaskan bahwa itu adalah kebijakan dari Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) selaku Pengelola Institusi Unissula.

“Ini bukan ranah kami, ini ranah yayasan. Kita Semua terbuka, kami siap mendengarkan segala keluhan dari mahasiswa,” tegasnya.

“Dalam pertemuan pada 13 Maret 2020 kami juga sudah menjelaskan semua yang ditanyakan mahasiswa yang diwakili BEM dan Sema Unissula,” tambahnya.

Qomaruddin menyebut pihaknya juga menghadirkan pihak keuangan sampai pihak pendidikan sebagai bentuk transparansi bahkan terkait Uang Kuliah Tunggal juga dijabarkan saat itu.

“Apa lagi yang mereka belum jelas dan tuntut? Semua sudah gamblang kami jelaskan dalam pertemuan yang diadakan sebelum perkuliahan diganti dengan sistem online Jumat dua pekan lalu. Satu rupiah pun hak mahasiswa tidak boleh kami ambil. Dana kesehatan misalnya, tiap mahasiswa dituntut pembayaran Rp 25.000. Semua sudah dijelaskan secara transparan,” tegasnya.  

Dalam kesempatan itu, Qomarudin menjelaskan Rektor Unissula juga menyambut mereka dalam pertemuan dengan mahasiswa.

“Saya malah menyayangkan sebelum ada pertemuan itu mereka menyebarkan sebuah tulisan dan tertera sudah beraudiensi dengan pimpinan kampus. Padahal belum, mereka pun menyadari kesalahan itu saat pertemuan kemarin. Kami punya komitmen untuk menyelesaikan seperti fasilitas sport center. Namun menunggu perkuliahan aktif kembali dan penyebaran covid-19 sudah teratasi,” lanjut Qomaruddin.

Pihaknya juga tidak mempersulit mahasiswa dengan bekerja sesuai yang mereka mampu. “Silakan lapor saya kalau ada yang merasa kesulitan di kampus,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, pengurus BEM-PT Unissula dan pengurus IKA Unissula mendorong Pengurus Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) selaku Pengelola Institusi Unissula, segera mengambil kebijakan untuk memberhentikan secara hormat Rektor Unissula Ir. Prabowo Setiyawan, M.T., Ph.D  .

Mereka beralasan beberapa fungsi rektor tidak dapat dijalankan karena kondisi Rektor Unissula yang mengalami sakit  lebih dari 6 bulan dan masih menjalani perawatan.(JB/Arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *