Cegah Kerumunan, Jam Operasional PKL Dibatasi

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang Fajar Purwoto. Arif Nugroho/JB

SEMARANG, Jagaberita.com – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, sebagai upaya untuk meminimalisir penyebaran virus corona (Covid-19), Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah memberlakukan jam operasional baru untuk para Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Kita batasi jam operasional PKL, mereka dapat bejualan hingga pukul 22.00 WIB. Yang biasanya, PKL khususnya untuk pedagang angkringan itu berjualan hingga Pukul 03.00 WIB,” katanya, Rabu (25/3/2020).

Lebih lanjut, Fajar mengungkapkan, pihaknya juga mengimbau para PKL tidak melayani pembeli untuk makan di tempat. PKL diminta hanya melayani take away atau dibungkus untuk dibawa pulang dan delivery order melalui jasa antar.

“Kebijakan ini akan mengurangi kerumunan massa untuk pencegahan penyebaran covid-19,” ungkapnya.  

Fajar juga menegaskan, PKL diharapkan dapat mematuhi aturan baru tersebut, sehingga penyebaran virus corona di Kota Semarang dapat ditekan.

“Kami akan patrol, jika kedapatan masih ada yang berjualan melebihi Pukul 22.00 kami akan meminta untuk menutupnya. Jika masih membandel, barang dagangan akan kami sita,” tegasnya.

Dia juga berharap, masyarakat harus saling menyadari kondisi saat ini bahwa covid-19 sudah menjadi pandemi.

“Pemerintah Pusat, Polri, dan Pemerintah Daerah pun sudah mengimbau agar tidak berkerumun. Masyarakat bisa menjalankan imbauan tersebut,” tambahnya. (JB/Arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *