Pemkot Semarang Akan Bangun Jembatan Besi Sampangan

Jembatan Besi Sampangan. (Muthia/JB)

SEMARANG, Jagaberita.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan melakukan pelebaran terhadap Jembatan Besi Sampangan menjadi dua jalur. Hal ini mengingat, kondisi jembatan yang menghubungkan antara Sampangan dengan Gunungpati tersebut mengingat kondisi lalu lintas yang kerap terjadi kemacetan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Sih Rianung mengatakan, total anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut sebesr Rp 36 miliar, dan akan dikerjakan pada Mei 2020 mendatang.

“Progres sudah masuk tahap lelang, harapannya dalam waktu dekat proses lelang selesai dan segera ada pemenang,” katanya, kemarin.

BACA JUGA  Walikota Semarang Geram Dapat Laporan E-KTP Belum Jadi Selama 8 Bulan

Lebih lanjut Rianung mengungkapkan, selain jembatan pelebaran jalan juga akan dilakukan di sekitar jembatan.

Pelebaran jembatan tersebut bakal menyedot anggaran sekitar Rp 36 miliar. Di mana Rp 16 miliar di antaranya merupakan anggaran dari Pemkot Semarang untuk pembebasan lahan. Sedangkan sisanya merupakan pembiayaan pembangunan jembatan yaitu sebesar Rp 20 miliar akan dibiayai oleh APBD Provinsi Jawa Tengah.

“Kami sudah menganggarkan untuk pembebasan lahan. Tinggal pengerjaannya saja,” ujarnya.

Nantinya jembatan akan dibuat dua jalur dan ada penambahan struktur jembatan. Selain itu, di pertigaan sebelum jembatan juga akan dilebarkan. Sehingga pelebaran jembatan dinilai menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan di kawasan itu.

BACA JUGA  Tari Nusantara Hibur Penumpang KA di Stasiun Tawang

“Rencana pembangunan tersebut sebenarnya sudah lama, namun baru bisa terealisasi tahun ini,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim mengatakan, proses pekerjaan pelebaran Jembatan Besi Sampangan dan pelebaran jalan di sana diharapkan bisa selesai tepat waktu.

“Kami berharap pekerjaan fisik yang besar bisa dilelangkan secepatnya, sehingga penyelesaiannya tak mendekati akhir tahun,” katanya.

Dia pun berharap dinas terkait bisa menyiapkan antisipasi kemacetan jika jalur tersebut dibangun. Apalagi Jembatan Besi Sampangan merupakan jalur utama di wilayah itu yang setiap hari selalu padat lalu lintas.

“Antisipasi kemacetan harus diperhatikan. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat sebelum proses pembangunan,” tambahnya. (JB/Arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *