Pemkot Semarang Ingatkan Pembangunan Tetap Memperhatikan Lingkungan

Walikota Semarang Hendrar Prihadi. (doc)

SEMARANG, Jagaberita.com – Cegah banjir dan tanah longsor, Walikota Semarang Hendrar Prihadi berpesan agar pembangunan di daerah Semarang atas tetap memperhatikan lingkungan. Hal tersebut disampaikan Hendi, sapaan akrab Wali kota saat mengikuti kegiatan jalan sehat di Kelurahan Gondoriyo, Selasa (11/2/2020).

Menurutnya Kelurahan Gondoriyo yang termasuk kawasan Semarang atas dan berfungsi sebagai daerah resapan air, harus dijaga dengan tetap mempertahankan pepohonan hijau.

“Gondoriyo ini termasuk kawasan Kota Semarang atas, udaranya segar, sebagai daerah resapan harus dijaga dan jangan sampai pembangunannya dilakukan secara membabi buta,” kata Hendi.

BACA JUGA  Pemkot Semarang Gandeng PT Moratelindo Bangun Jaringan Fiber Optik

Wali kota pun menjelaskan jika wilayah Semarang bawah akan terdampak banjir jika pohon-pohon di kawasan Semarang atas habis karena banyak ditebang. Hal itu dikarenakan air sudah tidak bisa terserap di daerah Semarang atas.

Hendi juga menyampaikan apresiasinya karena di Perumahan Beringin Forest Park yang menjadi lokasi jalan sehat masih banyak dijumpai pepohonan besar, termasuk pohon durian yang menarik perhatiannya.

“Alhamdulillah tidak hanya rumah tetapi masih banyak pohon. Apalagi ada pohon durian besar ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi juga berpesan kepada warga masyarakat untuk banyak menanam pohon dalam menghadapi musim penghujan. “Tanam pohon di rumah sampai halaman. Ini menjadi komitmen kita untuk menjadikan kota Semarang semakin sehat dan sejuk,” ajak Hendi.

BACA JUGA  Walikota Semarang Serahkan 4.166 Sertifikat Tanah Program PTSL

Selain itu, Hendi juga ingin memastikan bahwa program-program Pemerintah Kota Semarang sudah tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Pihaknya menjelaskan terkait program UHC yang mengcover kesehatan masyarakat.

“Mulai melahirkan, imunisasi, berobat asal dilakukan di Puskesmas atau Rumah Sakit kelas 3 maka tidak membayar lagi alias gratis,” ungkapnya.

Masalah pendidikan juga sudah ditanggung Pemerintah, sehingga masyarakat bebas biaya sekolah mulai TK, SD, SMP Negeri. Bahkan di tahun 2020 ini, secara bertahap Pemerintah Kota Semarang menggratiskan 41 sekolah swasta, dan tahun depan 100 sekolah swasta.

“Ini agar disampaikan kepada warga yang lain, agar tidak ada lagi keluhan tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya,” pungkasnya. (JB/Arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *