Jelang Musda, Tiga Nama Bakal Calon Ketua Partai Golkar Jateng Menguat

Rapimda DPD Partai Gokkar Jateng. (Istimewa)

SEMARANG, Jagaberita.com – Ketua  Steering Committe (SC) Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Jawa Tengah (Jateng) Anton Lami Sujadi mengatakan, pelaksanaan Musda Partai Golkar Jateng 2020 akan digelar pada 15 hingga 17 Februari 2020 mendatang.

“Tempat nanti akan digelar di Hotel Semesta Semarang, pada  15 hingga 17 Februari 2020. Ini sesuai dengan keputusan saat Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) kemarin,” katanya, Selasa (11/2/2020).

Lebih lanjut, Anton mengatakan, jelang Musda Partai Golkar saat ini sudah muncul beberapa nama Bakal Calon (Balon) Ketua. Diantaranya yakni, Dr. H. Wihaji, MPd yang merupakan Bupati Batang, H.Juliatmono, MM saat ini menjabat Bupati Karanganyar dan Ir.  Panggah Susanto, MM Anggota DPR RI.

“Partai Golkar dalam menentukan pemimpin menerapkan demokrasi secara penuh.  Ketua akan diduduki oleh calon yang memperoleh suara terbanyak dengan tetap mengedepankan azas musyawarah mufakat,” tegasnya.

Menurtnya, para kandidat calon ketua tersebut nantinya akan memperebutkan sebanyak 40 suara.

“35 suara dari DPD Golkar Kab/Kota, 1 suara Dewan Pimpinan Pusat (DPP),  1 Suara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi,  1 suara dari Ormas Pendiri,  1 suara Ormas yang didirikan dan 1 suara Organisasi sayap,” jelasnya.  

Sementara itu terpisah Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) Kosgoro 57 Jateng, M. Ulil Haq mengatakan, pihaknya berharap gelaran Musda Partai Golkar Jateng dapat berjalan dengan kondusif dan konstruktif.

“Meski Hima Kosgoro 57 tidak ada hubungan politik struktural langsung dengan Partai Golkar, akan tetapi ada garis historis dan kultural,” katanya.

Sehingga lanjut Ulil, generasi muda Partai Golkar dapat semakin maju, dan berkiprah dalam menjawab persoalan rakyat dan kebangsaan. “Terutama menjadi contoh partai yang bisa merespon harapan generasi muda saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ulil mengungkapkan, untuk tetap menjaga kondusifitas selama berjalannya Musda pihaknya berharap pemilihan ketua dapat dilakukan secara musyawarah mufakat dengan jalan aklamasi.

“Ini salah satu upaya untuk menghindari ekses negatif, sehingga konsolidasi partai kedepan bisa berjalan lebih masif dan solid,” tambahnya. (JB/Arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *