Dinkes Kota Semarang Fokus Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam. (doc)

SEMARANG, Jagaberita.com – Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam mengatakan, saat ini Dinkes Kota Semarang terus berupaya untuk memfokuskan penanganan kesehatan di Tahun 2020. Salah satunya yang menjadi fokus utama adalah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Anak (AKI).

“Ada beberapa upaya salah satunya untuk membantu mempermudah akses dalam permasalahan jarak bagi penanganan persalinan, maka Dinkes akan mengoptimalkan keberadaan Ambulan Hebat,” katanya, Selasa (7/1/2020).

Lebih lanjut, Hakam mengungkapkan, optimalisasi keberadaan ambulan Hebat dimaksudkan untuk membantu proes rujukan kehamilan agar tidak mengalami keterlambatan. Selain itu, guna mengatasi penanganan ibu hamil melahirkan agar segera cepat ditangani.

BACA JUGA  Dinas Kesehatan Kota Semarang Beri Pelayanan Khusus Bagi Korban KDRT

“Keterlambatan penanganan bisa berujung pada kematian ibu dan anak. Keterlambatan penanganan selama ini tergolong tinggi karena salah satunya terkendala masalah akses menuju pusat kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan edukasi terkait persalinan bagi ibu hamil dan suami. Selama ini, tingkat edukasi yang rendah terkait hal tersebut seringkali menjadi penyebab AKI.

“Salah satunya, karena kemungkinan keberadaan Puskesmas yang terlalu jauh dari suatu daerah. Untuk itu, Promosi Kesehatan (Promkes) akan ditambah kepada masyarakat,” tandasnya.

BACA JUGA  Atasi Genangan, DPU Kebut Bangun Crossing Saluran

Menurut Abdul Hakam, ketersediaan 10 Puskesmas 24 jam dengan rawat inap, diyakini juga dapat untuk menurunkan AKI. Dimana akan bisa membantu proses persalinan yang terjadi sewaktu-waktu, misalnya saat malam atau dini hari. Keberadaannya nanti akan dikolaborasikan dengan ketersediaan lima Ambulan Hebat.

“Program Promkes nantinya juga dapat untuk pendataan secara langsung ke masyarakat. Misalnya terkait apa saja faktor resiko kehamilan yang ada di suatu wilayah Puskesmas tertentu. Dilakukan dengan mewawancara pihak keluarga terdekat dari ibu hamil tersebut, seperti suami, ibu atau bapak. Melalui Pusat Perawatan Keluarga,” jelasnya.

Program Pusat Perawatan Keluarga tersebut, imbuh dia, menjadikan permasalahan yang terjadi pada seorang ibu hamil bisa diketahui dengan baik oleh pihak keluarga terdekat.  “Contohnya ibu hamil tersebut memiliki tensi tinggi atau berat badan rendah,” tambahnya. (JB/Arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *