Tari Nusantara Hibur Penumpang KA di Stasiun Tawang

Penampilan Tari Nusantara oleh Anak Sanggar Senam Taman Semarang. (Arif Nugroho/JB)

SEMARANG, Jagaberita.com – Penampilan Tari Dolanan Nusantara mengisi kegiatan selama libur Masa Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, di Stasiun Tawang Semarang. Dibawakan oleh sekitar 50 penari anak-anak dari Sanggar Sekar Taman Semarang, sejak 22 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020. Kehadiran mereka untuk menghibur para calon penumpang kereta api, yang sedang menunggu waktu keberangkatan.

Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop 4 Semarang, Mohamad Nurul Huda Dwi Santoso, mengatakan, sajian hiburan ini sebagai bentuk wujud pelayanan yang lebih kepada masyarakat pengguna jasa kereta api. Selain itu memberikan kesempatan bagi ruang kesenian dan kebudayaan, sehingga seniman asal Semarang mampu menampilkan kreativitasnya. Apalagi, tambah dia, kawasan Kota Lama telah dikenal dengan kebudayaan bangunan heritage-nya.

“Tarian Dolanan Nusantara ini merupakan bagian untuk menguri-uri budaya tradisional. Sekaligus untuk menunjukkan, jika kami peduli dengan even-even kesenian dan kebudayaan. Kami selanjutnya tengah mengupayakan untuk menjalin kolaborasi lebih lanjut untuk mengakomodir kegiatan-kegiatan seperti ini,” kata dia, saat meninjau hari terakhir Masa Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, di Stasiun Semarang Tawang, Minggu (5/1/2020)

Lebih lanjut, Huda menyatakan jika nantinya even kesenian dan kebudayaan seperti Tari Dolanan Nusantara tersebut, tidak hanya akan ditampilkan pada saat momen-momen tertentu saja. Melainkan akan menjadi lebih rutin, dengan memberikan penjadwalan dan tempat khusus di Stasiun Tawang Semarang. Adapun jumlah penumpang yang naik dan turun di Stasiun Tawang Semarang selama Masa Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, ujar dia, mencapai kisaran 24 ribu penumpang. Jumlah itu, diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 7 persen dibandingkan tahun lalu.

“Kami juga saat ini masih menitikberatkan konsentrasi pelayanan pada sisi keamanan dan keselamatan penumpang, agar senantiasa tidak ada kecelakaan. Selain itu, kerusakan bantalan dan jalur rel yang terjadi di daerah yang diperkirakan rawan longsor dan banjir telah diantisipasi, sehingga hal tersebut tidak sampai terjadi. Itu kami lakukan dengan menempatkan petugas patroli yang senantiasa bekerja selama 24 jam,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua dan Pemilik Sanggar Sekar Taman, Djuni Noor Setiati, mengungkapkan, tari-tarian yang disajikan bervariasi. Beberapa diantaranya yakni Tari dari Kalimantan, Aceh, Betawi, dan lain sebagainya.

“Even tersebut dibagi dalam beberapa bagian, karena penari harus tampil setiap hari selama dua pekan. Untuk itu, 50 penari yang terlibat diminta tampil secara bergiliran,” tambahnya. (JB/Arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *