Awas Bahaya Penggunaan Gadget Terlalu Lama

Gambar oleh Niek Verlaan dari Pixabay

SEMARANG, Jagaberita.com – Penggunaan gadget terlalu lama, hingga menyebabkan ketergantungan dalam jangka waktu lama dan berkelanjutan dapat digolongkan ke dalam Diagnostic and Statistical of Mental Disorders (DSM) atau mengalami gangguan mental.

Hal itu disampaikan Psikolog Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr Amino Gondohutomo Semarang, Sri Mulyani, Senin (18/11/2019).

“Ketergantungan berkelanjutan terjadi jika orang tersebut tidak mau melakukan kegiatan lain selain bermain gadget itu,” katanya.

Perilaku tersebut, lanjut Sri Mulyani, bisa terjadi akibat kecanduan bermain game, yang mengakibatkan orang tersebut sulit untuk produktif.

BACA JUGA  Teman-temanmu Hang Out tapi Nggak Ngajak Kamu? Mungkin Ini Sebabnya

“Aktivitas sehari-hari terbengkalai, tidak mau belajar, menunda makan, hingga jam tidur pun berkurang,” ungkapnya.

Sri Mulyani juga menjelaskan, kecanduan bermain gadget memiliki tanda seperti durasi atau waktu bermain gadget yang lama, bahkan tidak mau berhenti bermain.

“Aktivitas ini bisa mengakibatkan dirinya kehilangan hubungan, kerja, dan pendidikannya. Bahkan, dapat cenderung untuk melakukan penipuan atau kejahatan demi memuaskan keinginannya untuk bermain game,” paparnya.

Hanya saja, Sri Mulyani menyebut, kecanduan game bukan satu-satunya penyebab gangguan kejiwaan. Biasanaya ada faktor penyebab lain seperti kondisi kejiwaan atau penyakit yang mendukung, sehingga orang tersebut menjadi kecanduan game.

BACA JUGA  Kamu Perokok? Lakukan Kebiasaan Ini Supaya Gigimu Tetap Kinclong

“Seperti depresi, mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), Bipolar, gangguan cemas, gangguan obsesif kompulsif atau Obsessive Compulsive Disorder (OCD), hingga penyalahgunaan alcohol,” ungkapnya.

“Bisa juga karena perhatian orang tua yang kurang terhadap anak. Membiarkan anak untuk bermain gawai, sehingga menjadi kecanduan. Biasanya baru diketahui setelah anak tersebut susah untuk dihentikan agar tidak bermain game,” tambahnya. (JB/Arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *