Rekam Data KIA di Kota Semarang Baru 33 Persen

Kepala Dispendukcapil Kota Semarang, Adi Trihananto. (Arif Nugroho)

SEMARANG, Jagaberita.com – Kepala Dispendukcapil Kota Semarang, Adi Trihananto mengatakan, rekam data Kartu Identitas Anak (KIA) di Kota Semarang sampai November 2019 baru 33 persen dari total jumlah usia yang wajib KIA di Kota Semarang.

“Dari Disdukcapil terus melalukan sosialisasi, termasuk memberikan tawaran di beberapa vendor kerjasama memberikan diskon bagi yang memegang KIA. Seperti BRT, took buku, tempat kursus, dan tempat wisata,” katanya, Senin (4/11/2019).

Selain itu, untuk mendongkrak jumlah pemegang KIA, pihaknya juga bekersamasa dengan beberapa rumah sakit yang ada di Kota Semarang.

“Jika ibu melahirkan di rumah sakit itu, dan nama anak juga sudah disiapkan, pihak rumah sakit memberikan paket pembuatan KK Baru, Akte Kelahiran, dan KIA. Kita sudah bekerjasama dengan Rumah Sakit Hermina, RSUD Wongsonegoro, RS PAntiwiloso, Telogorejo, RS Rumani,” ungkapnya.

Selain itu, kedepan pihaknya juga akan menggandeng Ikatan Bidan Indonesia untuk memberikan paket KIA. “Sehingga nanti jika anak lahir bisa langsung dapat mengurus KIA, harapannya ini dapat menambah pemegang KIA,” ungkapnya.

Adapun kendala yang selama ini dialami Disdukcapil dalam hal capaian jumlah cetak KIA, lanjut Adi, KIA yang hanya bersifat tidak wajib, sehingga banyak masyarakat yang menganggap tidak penting.

 “Meski tidak bias mencapai target RPJMD 100 persen, tetapi angka itu menjadi perhatian kita untuk dikejar. Satu-satunya target kita di dispenduk capil memang yang belum tercapai itu,” katanya.

Upaya lain yang sudah dilakukan yaitu dengan menggandeng pihak sekolahan. Melalui Dinas Pendidikan sebelum libur semester beberapa waktu lalu, sudah diberikan imbauan untuk bisa mengurus KIA melalui sekolahan.

“Itu beberapa sekolahan sudah melakukan. Jika ada warga yang hendak mengurus secara kolektif maka kita layani,” tuturnya. Seperti diketahui, KIA diterbitkan untuk mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, dan pemenuhan hak konstitusional anak.

Berdasarkan Permendagri Nomor 2/2016 Tentang KIA, KTP anak ini terdiri dari 2 jenis yaitu untuk usia 0 sampai 5 tahun dan usia 5 sampai 17 tahun. Banyak manfaat yang bisa diperoleh jika anak memiliki KIA.

Misalnya ketika anak mengalami kejadian di jalan ketika sedang tidak bersama anggota keluarga, akan mudah untuk ditelusuri asalnya. Kemudian anak bisa juga untuk membuka rekening bank. (JB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *