Jelang Musim Penghujan DPU Kota Semarang Lakukan Perbaikan Saluran Drainase

oleh -
Proses Perbaikan saluran air di Jalan Medoho, oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang. (Foto : Arif Nugroho)

SEMARANG, Jagaberita.com – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang melakukan pengerukan sedimentasi di beberapa titik saluran. Hal ini salah satu upaya persiapan dalam menghadapi musim penghujan.

Adapun titik yang dilakukan pengerukan drainase diantaranya, di Jalan Medoho, Simongan, Dempel Kelurahan Tlogosari Kulon, Kelurahan Banjardowo, Kali Tenggang, Kelurahan Mangkan Kulon, dan saluran Kali Sodor di Kecamatan Gayamsari.

Terkait hal itu, Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Drainase DPU Kota Semarang, Hisam Ashari mengatakan, tindakan antisipasi yang dilakukan selain pengerukan yakni melakukan revitalisasi saluran dan pembuatan kolam penampung air hujan.

“Untuk yang di Dempel, kita membuat kolam penampungan air jika turun hujan nanti. Sementara itu untuk titik lainnya yaitu revitalisasi maupun pengerukan sedimentasi saluran yang mampet,” katanya, Rabu (23/10/2019).

Lebih lanjut, Hisam mengatakan, dari beberapa titik yang dilakukan perbaikan tersebut, menurutnya crossing saluran air di Medoho paling parah. Bahkan harus dilakukan pembongkaran dan mengganti bis beton.

“Dari dimensi luasan bis beton lama sekitar 0,7 meter persegi kemudian dilebarkan menjadi 2 meter persegi,” ungkapnya.

Tentunya dari penggantian tersebut lanjutnya, diharapkan bisa memperlancar saluran air di Jalan Medoho.

“Jika dilihat dari kondisi memang harus dilakukan perbaikan total. Bis Beton tidak bisa lagi dilakukan pemelihataan sehingga kita bongkar dan lakukan perbaikan,” ungkapnya.

Hal itu tentunya memakan waktu beberapa hari. Dimana sebelum melakukan pengerukan harus membongkar bis beton terlebih dahulu. Meski begitu, lanjutnya, pihak DPU Kota Semarang optimis pekerjaan di Jalan Medoho bisa rampung dalam 4 hari.

“Ini merupakan satu program jangka pendek dari kami sedangkan jangka panjang sudah di desain. Dimana nantinya setelah 500 meter di tepi Jalan Medoho harus dibuat saluran baru sampai ke Jalan Sukarno Hatta,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala DPU Kota Semarang, Sih Rianung, menambahkan sampai saat ini proses pengerukan saluran telah mencapai 80 persen. Kekerungannya pihaknya akan kebut hingga akhir bulan Oktober 2019.

“Saat ini, saluran irigasi juga sudah dipersiapkannya untuk mengantisipasi air yang datang dari Semarang barat yang struktur tanahnya lebih tinggi dibanding wilayah tengah dan timur,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah mempersiapkan pompa air untuk mengantisipasi adanya banjir maupun rob di wilayah pesisir.

“Pompa air akan digunakan jika dalam kondisi mendesak. Kita tepa utamakan pencegahan,” ungkapnya.

Olehkarena itu, dalam hal ini, Rianung juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan.

“Dengan menjaga lingkungan, ini sangat membantu upaya pemerintah untuk mencegah terjadinya banjir saat musim penghujan,” tambahnya.

Terpisah, Sekertaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto, mengatakan langkah DPU Kota Semarang yang saat ini terus melakukan perbaikan saluran drainase jelang musim penghujan patut diapresiasi.

“Semua pihak harus ikut serta menjaga lingkungan, dengan menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya,” imbuhnya. (JB)