Pasca Penutupan Sunan Kuning, Pemkot Ijinkan Pengusaha Karaoke Beroperasi

oleh -
Sosialisasi operasional rumah karaoke oleh Satpol PP Kota Seamrang, di Argorejo RW 4 Kelurahan Kalibanteng Kulon, Rabu (16/10/2019)

SEMARANG, Jagaberita.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang menggelar sosialisasi operasional rumah karaoke di Argorejo RW 4 Kelurahan Kalibanteng Kulon, Rabu (16/10/2019) malam.

Sosialisasi tersebut, membahas terkait jam operasional karaoke argorejo pasca dilakukan penutupan lokalisasi Sunan Kuning (SK) pada Jumat (18/10/2019) besok.

Terkait hal itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, proses penutupan lokalisasi Sunan Kuning melalui proses yang panjang. Namun demikian, berkat kerjasama semua pihak penutupan lokalisasi itu dapat berjalan dengan baik.

“Begitu hebatnya proses penutupan prostitusi sehingga bisa berjalan dengan tepat dan semua warga menerima atas keputusan tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Fajar mengungkakan, meski dilakukan penutupan terhadap tempat lokalisasi tersebut pengusaha karaoke masih deberikan ijin untuk tetap membuka usahanya.

“Ada aturan-aturan yang harus ditaati berkaitan dengan beroperasinya usaha karaoke. Diantaranya, jam oprasional rumah karaoke buka mulai pukul 10.00 hingga 02.00 wib, pemandu karaoke berada di ruang terpisah, dan akan dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin setiap hari Rabu untuk para pemandu karaoke,” paparnya.

Fajar juga mengungkapkan, pengawasan pemandu karaoke yang ada di dalam wilayah RW 04 menjadi tanggung jawab pemilik rumah karaoke, dan secara periodik setia satu bulan diiharuskan melakukan laporan mutasi pemandu karaoke kepada pengelola kawasan wisata RW 04 yang berjumlah 177.

“Pengawasan dilakukan oleh pengurus RW di bantu dari Satpol PP,” ungkapnya.

Selain itu, untuk mempermudah pengawasan terhadap para pemandu karaoke tersebut, pemandu karaoke harus memiliki ijin kerja dari pengurus RW 04 atas rekomendasi pengelola.

“Bagi pemandu karaoke tanpa memiliki ijin kerja dari pengurus RW maka seksi keamanan dapat memulangkan ke daerah asal. Bagi yang melanggar tidak di perkenankan bekerja kembali sebagai pamandu karaoke di wilayah RW 04,” paparnya.

Disisi lain, Ketua Resos Argorejo Suwandi mengungkapkan, terimakasih kepada Pemkot Semarang yang memberikan ijin bagi para pengusaha karaoke untuk tetap membuka usaha hiburan tersebut.

“Ada kebijaksanan dari pemerintah kota semarang bahwa kebijakan tersebut memberi kita sebagai warga RW 04 untuk tetap melaksanakan usaha dengan tetap diadakannya karaoke,” katanya.

Menurutnya, pihaknya bersama warga setempat memiliki tekat untuk mengikuti peraturan dari pemerintah, termasuk kebijakan dari penutupan prostitusi di Sunan Kuning.

“Sudah kebijakan dari pemerintah kota untuk menghentikan prostutusi. Untuk menghilangkan prostitusi harus di laksanakan dengan seadil-adilnya dengan sosialisasi yang baik, dan ini sudah dilakukan oleh Pemkot Semarang,” imbuhnya. (JB)