Kasus Kredit Fiktif, 2 Tersangka Pejabat BRI Purbalingga Kembali Diperiksa

Aspidsus Kejati Jateng, Ketut Sumedana. (Doc)

SEMARANG, Jagaberita.com – Sebanyak 2 Pejabat cabang BRI Purbalingga yang telah ditetapkan tersangka atas kasus pengajuan kredit fiktif melalui BRI Purbalingga diperiksa kembali oleh penyidik di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Jalan Pahlwan Semarang pada, Rabu ( 16/10).

2 tersangka tersebut yakni pimpinan cabang BRI Purbalingga berinisial ZN, dan Asisten Manager Pemasaran Kredit dengan inisial EH.

“Ini merupakan pemeriksaan kedua, kali ini sebagai tersangka. Sebelumnya pemeriksaan pertama sebagai saksi,” kata Aspidsus Kejati Jateng, Ketut Sumedana saat ditemui di kantornya.

BACA JUGA  Kejati Jateng Tetapkan Empat Tersangka Kasus Dana Banprov Pekalongan dan Kendal

Ketut Sumedana mengatakan selain EH dan ZN, penyidik ​​turut memeriksa 4 orang yang mewakili dari BRI Pusat guna melengkapi perkara 2 tersangka yang melengkapi dalam memperbus kredit fiktif tersebut.

“Untuk kasus BRI sebetulnya telah rampung. Sebenarnya 5 tersangka sebelumnya juga sudah sidang, tetapi perlu penyidik ​​untuk melakukan penahanan  2 tersangka ini belum ada, ”terangnya.

Sebelumnya, Aspidsus menjelaskan 2 tersangka dari BRI dan meminta analisis yang memiliki wewenang memberikan kredit pada 3 CV Cahaya Grup. 

BACA JUGA  Polsek Tugu Amankan Ribuan Pil Koplo Jenis Trihex

“Perannya offiser yang berwenang memberi kredit. Jadi ada pegawai yang akan diberikan kredit tapi kernyata dari  82 pegawai diajukan 171 pegawai jadi yang fiktif itu ada 89 pegawai. Yang ngerekut pegawai itu ketiga CV tadi, sebenarnya ketiga CV itu terafiliasi semua,” katanya.

Modus memalsukan daftar pegawai dan gaji karyawan CV Cahaya Grup yang dicairkan dalam kurun waktu 11 Mei 2015 – 30 Mei 2017 secara bertahap ini turut merugikan negara cukup besar hingga Rp 28 Milyar. (JB/Ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *