Luncurkan Silaper, Pengadilan Tinggi Jateng Permudah Pencari Keadilan

Direktur Jendral Badan Peradilan Umum MA RI, Prim Haryadi meresmikan aplikasi Silaper.  (Foto : Danang Atmaja)

SEMARANG, Jagaberita.com – Pengadilan Tinggi Jawa Tengah  meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Layanan Perkara (Silaper).

Aplikasi diluncurkan secara langsung oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung, Prim Haryadi didampingi Ketua Pengadilan Tinggi Jateng, Sri Sutatiek, dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jateng, Sarwa Pramana.

Sri Sutatiek mengatakan, aplikasi tersebut mempermudah pelayanan para pencari keadilan. Silaper, kata dia, dapat diakses dimana pun dana kapan pun asal memiliki jaringan internet. 

“Akses pengadilan cepat, murah dan sederhana. Akses hanya lewat WhatsApp. Yang penting perkara provinsi. Jenis perkara apapun,” ungkapnya, Rabu (9/10).

BACA JUGA  Terlibat Kasus Suap, Hakim Lasito Dituntut 5 Tahun Penjara

Penggunaan aplikasi ini sangat sederhana. Masyarakat hanya perlu menyimpan nomor 081351085858, yang nanti akan muncul di kontak WhatsApp masing-masing. Setelah itu, masyarakat bisa menyakan apapun ke kontak tersebut, sistem akan langsung merespon dengan cepat. 

“Jadi, masyarakat, Advokat, dan siapapun tidak perlu datang ke pengadilan tinggi untuk melaporkan atau menyecek perkanya,” ungkapnya. 

Sementara itu, Prim Haryadi mengatakan, peluncuran aplikasi tersebut merupakan pertama di Indonesia yang dilakukan oleh Pengadilan Tinggi.

BACA JUGA  Ruko Disegel, Pengusaha Tiauw Agus Akan Adukan Walikota ke Beberapa Lembaga

“Saya kira PT Jateng ini sebagai pioner untuk langkah peluncuran aplikasi online. Silaper ini merupakan terobosan yang memudahkan para pencari keadilan, khususnya di Jawa Tengah,” kata dia. 

Selain peluncuran aplikasi Silaper, Pengadilan Tinggi Jateng juga meluncurkan lima aplikasi penunjang lainnya.

Sarwa Pramana menambahkan, pemprov Jateng menyambut baik terobosan yang dilakukan oleh Pengadilan Tinggi. Bahkan, pihaknya juga memberi solusi terhadap keluhan pengadilan yang menyebutkan server aplikasi Silaper masih kurang. 

“Jika butuh anggaran untuk meningkatkan kapasitas server, pemprov siap membantu di anggaran 2020. Ajukan saja,” tandasnya. (JB/Ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *