Kasus Dana Banprov Jateng, Ada Indikasi Peningkatan Nilai Kerugian Negara

Ketut Sumadena, Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng. (Foto : Danang Atmaja)

SEMARANG, Jagaberita.com –  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng terus melakukan penelusuran kasus penyelewengan dana bantuan provinsi (banprov) bidang pendidikan yang menjerat dua Kabupaten di Jawa Tengah, yakni Pekalongan dan Kendal.

Asisiten Pidana Khusus Kejati Jateng, Ketut Sumadena, mengungkapkan, pihaknya mengendus adanya indikasi peningkatan kerugian negara dari Rp 8,2 miliar menjadi Rp 11,01 miliar.

Menurutnya, kenaikan taksiran kerugian tersebut merupakan hasil dari pengembangan penyelidikan yang dilakukan oleh timnya tiga hari lalu di Jakarta.

“3 hari yang lalu, kami terbang ke Jakarta untuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak penyedia barang. Dari pihak Lenovo, Acer, termasuk dari distributor yang menyediakan laptop dalam kasus Banprov ini,” sebutnya di Kantor Kejati Jateng, Senin (7/10/2019).

Ia menjelaskan, modus yang digunakan dalam perkara ini, yakni memberikan harga jual laptop yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang diberikan pihak Lenovo dan Acer.

“Harganya per unit laptop ternyata cuma Rp 4,2 juta. Tapi fakta di lapangan dijual dengan harga Rp 10 juta,” bebernya.

Sebelumnya, taksiran kerugian juga sudah mengalami kenaikan. Dari awalnya hanya Rp 7,5 miliar, kemudian naik jadi Rp 8,2 miliar, dan kembali meningkat Rp 11,01 miliar 

Selain itu, pihaknya juga bakal memeriksa anggota badan anggaran (banggar) Jawa Tengah dari fraksi Demokrat terkait dengan dugaan kasus 

“besok kita akan panggil anggota banggar dari fraksi Demokrat, berinisial I.T,” ujarnya

Selain pemanggilan dari banggar legislatif dan eksekutif, pihaknya juga tengah memeriksa mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Jateng, Ignatius Indra Surya yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Perekonomian Sekertariat Daerah Jateng.

“Hari ini kami panggil mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Jateng, Ignatius Indra Surya untuk dimintai keterangannya,” sebutnya.

Untuk diketahui, total dana Banprov Jateng Tahun Anggaran 2018 mencapai Rp 1,142 triliun. Dana tersebut dibagi ke beberapa kabupaten/kota yang ada di Jateng. Namun, sementara ini Kejati baru mendalami dugaan korupsi di Kabupaten Kendal dan Pekalongan, dan telah menetapkan empat tersangka. (JB/Ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *