Entaskan Kemiskinan Secara Riil, Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Sidaksos

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Meluncurkan Aplikasi Sidaksos, Senin (07/10/2019)

SEMARANG, Jagaberita.com – Pemerintah Kota Semarang secara resmi meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (Sidaksos), Senin (7/10/2019). Aplikasi Sidaksos sendiri sebagai upaya dari Pemkot Semarang untuk mengentaskan kemiskinan secara riil dan tepat sasaran.

Hadir dalam launchin aplikasi Sidaksos tersebut, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Walikota Semarang Hevearita G Rahayu, dan Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman.

Terkait hal itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, sangat penting menginisiasi sebuah Big Data dalam rangka penaganga kemiskinan. DImana melalui aplikasi Sidaksos yang dikelola oleh Dinas Sosial Kota Semarang tersebut dapat memberikan data terkini tentang warga miskin yang ada di Kota Semarang.

“Melalui data itu, akan menjadi dasar pemberian bantuan dan penanganan fakir miskin di Kota Semarang,” katanya.

Lebih lanjut, Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi itu mengungkapkan, data yang tersaji dalam Sidaksos tersebut dapat menjadi parameter bagi dinas terkait untuk melihat titik mana saja yang warganya rentan kemisikinan, dan wilayah-wilayah yang tergolong kumuh. Sehingga dapat ditangani dengan cepat dan akurat.

“Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat, seperti pembangunan infrastruktur di daerah yang tergolong kumuh, masuknya UMKM untuk mengentaskan kemiskinan,” ungkapnya.

Melalui aplikasi Sidaksos  menurut Hendi, jumlah warga miskin di Kota Semarang juga dapat dihitung secara rill. “Sehingga tidak hanya sebatas bicara jumlah warga miskin 4,1 persen saja, tetapi siapa 4,1 persen ini, mulai usianya, masuk kelompok miskin yang seperti apa”, terang Hendi.

Sehingga lanjut Hendi, penurunan angka kemiskinan yang mencapai 25 ribu orang itu akan kelihatan siapa saja dan kenapa bisa dientaskan.

“Untuk itu saya memberikan apresiasi dan selamat untuk kawan-kawan Dinas Sosial atas upaya pengentasan kemiskinan melalui aplikasi Sidaksos ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Hendi menyatakan periode kepemimpinannya bersama Mbak Ita akan habis karena Pilwalkot akan dipercepat di tahun 2020 yang seharusnya Tahun 2021.

“Ini bukan bicara politik, tapi saya bicara semuanya harus bersungguh-sungguh dalam mengejar ketertinggalan kita atau melengkapi kelebihan kita menjadi kesempurnaan,” ungkapnya.

“Saya hanya berpesan, diakhir-akhir periode ini jangan ada gejolak di masyarakat. Melayani masyarakat dengan baik jangan ada pungli, yang selama ini sudah baik dipertahankan,” imbuhnya.(JB/Ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *