Banyak Jukir Belum Terdata, Dishub Kota Semarang Gencar Lakukan Sosialisasi

Dishub Kota Semarang melakukan pendataan sejumlah juru parkir (jukir) di sepanjang Jalan Puri Anjasmoro, Rabu (18/9).

SEMARANG, Jagaberita.com – Kabid Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Joko Adi Santoso mengatakan, Dishub dan Tim Saber Pungli saat ini tengah menggencarkan sosialisasi dan pendataan juru parkir (jukir). Hal tersebut bertujuan agar mereka (jukir) mengajukan izin kepada Dishub Kota Semarang.

Menurut Joko, selama dilakukan sosialisasi dan melakukan pendataan, pihaknya banyak menemukan jukir yang belum terdata dan mengatongi surat izin dari Dishub Kota Semarang.

“Dalam tiga bulan kedepan, Dishub melakukan pendataan secara menyeluruh di setiap titik Kota Semarang. Target pendataan hingga akhir tahun. Kalau hingga akhir tahun jukir tidak mengurus izin, maka tim saber pungli yang akan menindak,” Katanya, Rabu (18/9/2019).

Pendataan ini, lanjut Joko, guna menata parkir agar lebih baik di Kota Semarang. Begitu jukir mendaftar, titik parkir akan masuk ke Global Positioning System (GPS). Menurutnya, masih bamyak potensi parkir di Kota Semarang yang belum terdata. Apalagi, Kota Semarang semakin banyak pusat ekonomi baru.

“Saat ini yang sudah terdaftar sekitar 400 titik parkir. Setelah kami gencar sosialisasi, pengurusan parkir memang bertambah, rata-rata 25 jukir per hari,” ungkapnya.

Jukir Tak Paham Izin Parkir

Sementara itu, saat dilakukan pendataan sejumlah juru parkir (jukir) di sepanjang Jalan Puri Anjasmoro, hampir rata-rata dari jukir belum memahami pengurusan izin parkir.

Jukir di Rumah Makan Mulia, Sutanto mengatakan, hanya diamanahi untuk menjaga parkir di tempat tersebut. Dia mengaku tidak mengerti pengurusan izin parkir.

“Saya hanya disuruh sama Kamtib Tawangsari. Saya tidak paham jika harus izin-izin. Wong baca tulis saja saya tidak bisa,” kata Sutanto.

Begitu juga seorang jukir yang berjaga di Puri Niaga Center, Arif Kurnia Ramdon. Dia mengungkapkan telah membayar pajak parkir kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang secara rutin. Namun, dia tidak mengetahui jika menjadi seorang jukir harus meminta surat izin dari Dishub Kota Semarang.

“Saya dua tahun jaga disini. Saya tidak tahu kalau harus mengurus izin karena dulu saya hanya menggantikan,” ucapnya. (JB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *